Pasca aksi 4 November, elektabilitas calon Gubernur DKI Jakarta (petahana), Basuki Tjahja Purnama (Ahok) terus melorot.
Hal itu diperburuk setelah mantan Bupati Belitung Timur itu menyandang status tersangka penista agama.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), setelah ditetapkan sebagai tersangka elektabilitas Ahok menurun tajam, hanya tersisa 10,6 persen.
Angka tersebutt menurun tajam dibanding survei LSI pada pertengahan bulan November 2016 sebelum ada penetapan tersangka, dimana elektabilitas Ahok berada di angka 24,6 persen.
"Pasca penetapan tersangka, elektabilitas Ahok hanya tinggal 10,6 persen. Ahok ditinggalkan oleh kelompok yang selama ini menjadi basis pendukungnya, seperti kelompok pendidikan tinggi, pendapatan tinggi hingga pemilih PDIP juga," kata peneliti LSI Ardian Sopa, dalam rilisnya kepada TeropongSenayan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).
LSI Denny JA melakukan survei pada periode 31 Oktober-5 November 2016 dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 440 orang, dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner. Margin of error kurang lebih 4,8 persen.
LSI sendiri sudah menyelipkan pertanyaan soal status tersangka Ahok.
"Walaupun Ahok ditetapkan sebagai tersangka baru tanggal 15 November, kita menyelipkan poin pertanyaan, jika Ahok menjadi tersangka, mana pasangan yang akan anda pilih?," kata Ardian menjelaskan. (icl)


Post A Comment:
0 comments: